Showing posts with label Pandemi COVID-19. Show all posts
Showing posts with label Pandemi COVID-19. Show all posts

Refleksi COVID-19: ‘One Health’, Cara-cara Akhiri dan Cegah Wabah Berikutnya

Ilsa Nelwan dan Noer Fauzi Rachman* 


Hampir tiga tahun dunia hidup bersama Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sejak kali pertama muncul di Kota Wuhan, Tiongkok, akhir Desember 2019, kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia menjadi pandemi. Artikel ini akan menguraikan situasi terkini dari penularan (epidemiological update) pandemi COVID-19, dan menegaskan kunci mengakhirinya, tak lain tak bukan dengan mencegah penularan dari manusia penderita ke manusia non-penderita.

Dalam tulisan ini juga ingin menunjukkan perlu mencegah kehadiran wabah penyakit yang ditularkan dari binatang ke manusia atau sebaliknya (zoonosis) berikutnya. Memahami asal-mula suatu penyakit dan keadaan yang menyebabkan wabah COVID-19 meletus merupakan studi etiologi penting mencegah kemunculan wabah berikutnya. Meski peristiwa sudah lewat, asal mula dari kemunculan wabah masih menarik dan penting diteliti.

 

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka,NTT sedang mengambil sampel swab dari pelaku perjalanan yang menjalani karantina. Foto : Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia

 

Situasi terkini COVID-19

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau COVID-19 bisa berakhir bila tak ada lagi penularan, sementara virus terus bermutasi.

Masalah ilmiah yang menentukan cara pengendalian wabah saat ini adalah mempelajari mutasi yang terjadi. Saat ini, galur atau spesies SARS CoV2 yang melanda dunia sebagian besar adalah Omicron galur BA.5 yang sangat mudah menular.

Resensi Buku: Memahami Kemelut, Mengatasi Pandemi

Data Buku yang Diresensi

Judul buku: Memahami Krisis dan Kemelut Pandemi Covid-19

Penulis: Noer Fauzi Rachman, Ph.D dan Ilsa Nelwan, dr.MPH

Penerbit: Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek.

Cetakan: I, Oktober 2021

Tebal: xx+230 halaman

ISBN: 978-602-6477-79-8

Buku dapat didownload secara gratis di https://repositori.kemdikbud.go.id/23425/ 

Download (13MB)

Tugas utama yang tidak kalah penting bagi para birokrat kita adalah pencatatan pandemi Covid-19 di Indonesia sekarang dan menjadikannya dokumen kesehatan yang resmi. Buku ini merupakan tahap awal dari proses pencatatan.

Oleh RATIH HARDJONO
Kompas 5 Desember 2021
https://www.kompas.id/baca/opini/2021/12/05/memahami-kemelut-mengatasi-pandemi 



Pesan utama dari buku “Memahami Krisis dan Kemelut Pandemi Covid -19” yang ditulis oleh Noer Fauzi Rachman, PhD. & Ilsa Nelwan, dr. MPH mengingatkan kita bahwa manusia, hewan dan alam lingkungan adalah suatu kesatuan yang merupakan landasan kritis dari rantai kehidupan manusia.

Tindakan-tindakan manusia yang mengabaikan hal ini dan memorak-porandakan rantai alamiah tersebut telah menyebabkan  ‘perlawanan balik’ alam pada manusia dan terjadinya berbagai pandemi dalam abad ini termasuk Covid-19.

Kultural Baru Hadapi Kemelut Pandemi COVID-19

Oleh Noer Fauzi Rachman*) dan Ilsa Nelwan**)


Akhir Desember 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendapat laporan dari Pemerintah Tiongkok soal suatu pneumonia di Kota Wuhan engan sebab musabab tak jelas. WHO menyatakan darurat kesehatan masyarakat pada Januari setelah diskusi dan kunjungan ke Tiongkok.

Sampai akhir Januari bermunculan kasus penyakit ini di Thailand, Jepang, Korea, Hong Kong, Singapore dan Vietnam. Pemerintah Tiongkok memberlakukan karantina di Wuhan pada 22 Januari 2020. Lalu, Maret 2020, WHO menyatakan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi.

Sepanjang Januari-Februari 2020, beberapa pejabat Pemerintah Indonesia menyatakan tidak ada COVID-19 di Indonesia, dengan berbagai penjelasan. Februari 2020, Pemerintah Indonesia evakuasi WNI dari Wuhan, kapal pesiar di Yokohama, dan kapal pesiar selat durian Kepulauan Riau.

COVID-19, Pemberontakan Mikroba dan Kemelut ‘the Tyranny of Emergency’

 

The Chinese Centre for Disease Control and Prevention (CCDC) pada 7 January 2020 mengumumkan kepastian penyebab wabah baru di kota Wuhan, Tiongkok, adalah Virus Corona baru yang dinamakan SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). World Heath Organization (WHO) lalu memberi nama penyakit ini sebagai COVID-19 (Coronavirus Disease 2019), sebagaimana disampaikan Direktur WHO pada 11 Februari 2020.[1] Angka 19 adalah tanda dari 2019, tahun ketika wabah pertama kali merebak di Wuhan.

COVID-19 adalah jenis penyakit baru disebabkan oleh satu jenis Virus Corona baru. Virus  ini sangat mudah menular. Mulanya, pada 31 Desember 2019, 27 kasus radang paru-paru pneumonia dengan etiologi yang tak diketahui teridentifikasi di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok. Kota Wuhan adalah kota terpadat di Tiongkok tengah dengan penduduk melebihi 11 juta.